Sabtu, 04 Januari 2014


PENGUKURAN DASAR LISTRIK

Sri Anjarsari, A. Dita Tawakkal Gau, Juliyanti Ayuningrum S, Aldi Risaldi, Rahmat Agung, Suciati Nurdin, Sirumba Sondok.

Laboratorium Fisika Modern Jurusan Biologi FMIPA
Universitas Negeri Makassar

Abstrak.  Telah dilakukan eksperimen mengenai pengukuran dasar listrik. Eksperimen ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara tegangan dan arus dalam suatu rangkaian listrik sederhana,dan menghitung besar hambatan sebuah resistor. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain 2 buah basik meter, hambatan, power supply, beberapa kabel penghubung dan rheostat. Untuk Prosedur kerjanya yang akan dilakukan yaitu mengalirkan arus  6 volt dari power supply lalu mengamati penunjukkan pada voltmeter dan amperemeter, kemudian menggeser rheostat dari batas maksimum ke minimum dengan memperhatikan penunjukkan skala pada tiap geseran reostat. Dari hasil yang diperoleh terlihat bahwa untuk hubungan antara tegangan dan kuat arus listrik adalah berbanding terbalik, semakin besar tegangan (V) semakin besar pula hambatannya. Hasil analisi menunjukkan besar hambatan pada kegiatan pertama dan terakhir yang sama yaitu│140 ± 24│ dengan nilai hambatan hasil dari plot grafik adalah│11.81 ± 0.61│  Dari keseluruhan praktikum , menunjukkan hasil yang  baik namun masih terdapat sedikit kesalahan dalam mengamati, yang menyebabkan angka yang berbeda dengan teori untuk itu pemahaman dan konsep yang baik mengenai pengukuran dasar listrik sehingga eksperimen tetap menghasilkan data yang sesuai.

JARAK FOKUS LENSA TIPIS

Sri Anjarsari, A. Dita Tawakkal Gau, Juliyanti Ayuningrum S, Aldi Risaldi, Rahmat Agung, Suciati Nurdin, Sirumba Sondok.

Laboratorium Fisika Modern Jurusan Biologi FMIPA
Universitas Negeri Makassar

Abstrak.  Telah dilakukan eksperimen mengenai “Jarak fokus Lensa Tipis”. Eksperimen ini bertujuan untuk menentukan jarak fokus sebuah lensa cembung dan cekung, memplot grafik hubungan antara jarak benda dan jarak bayangan sehingga diperoleh jarak fokus berdasarkan grafik, dan membandingkan nilai teoritis dengan hasil plot grafik jarak focus lensa yang diperoleh. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain bangku optik, rel presisi, pemegang slide diafragma, bola lampu, lensa cembung, lensa cekung, catu daya, layar optic penagkap cahaya, tempat lampu bertangkai, diafragma anak panah, beberapa kabel penghubung, dan mistar plastik. Untuk Prosedur kerjanya yang akan dilakukan ada dua yaitu menentukan jarak focus lensa cembung dengan merajah 1/s terhadap 1/s2 dan menentukan jarak focus lensa cekung.. Dari hasil yang diperoleh terlihat bahwa untuk menghasilkan bayangan yang terlihat jelas ke layar, untuk lensa cembung selalu membutuhkan jarak benda diatas 10  cm yaitu jarak 11,3, untuk  jarak dari lensa positif dua ke benda dan 63, 0 jarak dari lensa positif dua ke layar. Namun untuk lensa negative atau lensa cekung, bayangan akan terlihat jelas pada jarak benda kurang dari 10 cm yaitu 11,3, untuk  jarak dari lensa positif dua ke benda dan 63, 0 jarak dari lensa positif dua ke layar. Dari keseluruhan hasil yang diperoleh, menunjukkan hasil yang cukup baik namun masih terdapat sedikit kesalahan dalam mengamati.


GERAK LURUS BERATURAN
Sri Anjarsari
Jurusan Biologi FMIPA UNM Tahun 2013
Abstrak
Telah dilakukan praktikum mengenai gerak lurus beraturan. Praktikum ini dilakukan agar kita dapat memahami bagaimana dan apa sebenarnya Gerak Lurus Beraturan itu. Bagaimana hubungan jarak tempuh dengan waktu tempuh yang dilalui oleh benda yang bergerak yang akan dituangkan atau akan digambarkan dalam sebuah grafik. Dan tentunya dalam melakukan percobaan atau eksperimen ini ada pendamping yang membimbing sehingga dapat mengguanakan alat dan bahan dengan baik dan benar seta tak lupa pula dalam melakukan ekperimen menggunakan teori-teori yang menunjang yang dimbil dari beberapa referensi. Suatu benda dikatakan bergerak apabila kedudukannya senantiasa berubah terhadap suatu titik acuan tertentu. Hasil dari prcobaan ini, Setiap kecepatan pada kegiatan satu sudah pasti berbeda dari tiap lintasan, karena semakin panjang lintasan (x) dan waktu yang di perlukan sedikit menandakan bahwa kecepatan yang di hasilkan semakin besar. Perubahan letak benda dilihat dengan membandingkan letak benda tersebut terhadap suatu titik acuannya.  apabila titik-titik yang dilalui oleh suatu benda dihubungkan dengan garis, maka garis itu di sebut lintasan. Jika lintasan tersebut berbentuk garis lurus, maka gerak benda disebut gerak lurus.


GAYA GESEKAN

Sri Anjarsari, A. Dita Tawakkal Gau, Juliyanti Ayuningrum S, Aldi Risaldi, Rahmat Agung, Suciati Nurdin, Sirumba Sondok.

Laboratorium Fisika Modern Jurusan Biologi FMIPA
Universitas Negeri Makassar

Abstrak.  Telah dilakukan eksperimen tentang gaya gesekan. Eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gaya gesekan, memahami konsep gaya gesek statik dan kinetik dan menentukan koefisien gesek statik dan kinetik. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain neraca pegas, katrol meja,balok kasar,balok halus, beban 50 gr, tali,papan landasan, bidang miring, balok persegi,stopwatch, dan meteran, Untuk Prosedur kerja yang akan dilakukan dalam praktikum ini terdiri dari lima kegiatan antara lain yaitu hubungan antara gaya gesek dengan keadaan benda, pengaruh luas permukaan balok terhadap gaya gesekan dan menentukan keofisien gesek statik dan kinetik pada bidang miring. Untuk tahap awal yaitu merangkai alat dan bahan sesuai dengan petunjuk dan mengamati serta mencatat hasil dari percobaan yang dilakukan. Dari hasil yang diperoleh terlihat bahwa balok dengan permukaan kasar memiliki gaya gesek yang lebih besar dari pada balok dengan permukaan halus . Untuk jenis permukaan kasar keofisien gesek statis adalah =  sedangkan  untuk permukaan halus adalah  = . Untuk keofisien gesek kinetik yang diperoleh adalah  sedangkan pada permukaan kasar diperoleh . Namun gaya gesekan itu akan berubah bila balok ditambahkan dengan masa yang berbeda. Dari keseluruhan hasil yang diperoleh, menunjukkan hasil yang kurang maksimal hal itu terkait adanya factor luar yang mempengaruhi seperti ketidaktelitian saat mengamati.


GELOMBANG TALI
Sri Anjarsari, A. Dita Tawakkal Gau, Juliyanti Ayuningrum S, Aldi Risaldi, Rahmat Agung, Suciati Nurdin, Sirumba Sondok.
Laboratorium Fisika Modern Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar
Abstrak.  Telah dilakukan percobaan mengenai “Gelombang Tali”. Eksperimen ini bertujuan untuk memahami prinsip percobaan gelombang tali,memahami hubungan antara tegangan tali dengan cepat rambat gelombang pada tali dan memahami hubungan antara rapat massa tali dengan cepar rambat gelombang pada tali. Pada eksperimen ini melakukan kegiatan sebanyak dua kali yaitu menyelidiki hubungan kecepatan gelombang dengan tegangan tali dan menyelidiki hubungan antara kecepatan gelombang dengan massa persatuan panjang tali. Prosedur kerja yang pertama adalah mengukur panjang tali serta massa tali yang akan digunakan lalu mengikat salah satu ujung pada vibrator dengan ujung yang satu dipentalkan pada katrol dengan menggantungkan beban dengan massa yang berbeda-beda. Untuk mengetahui hubungan kecepatan gelombang dengan massa rapat tali variable yang digunakan adalah tali dengan jenis yang berbeda, dengan demikian dapat diketahui tali yang bagaimana yang mempunyai kecepatan rambat yang besar. Dalam eksperimen ini, alat dan bahan yang digunakan diantaranya vibrator, variabel power supply, neraca ohauss 310 gram, mistar, kabel penghubung ganda secukupnya, katrol, beban gantung. Dari hasil eksperimen ini. Dari keseluruhan hasil yang diperoleh menunjukkan hasil yang kurang maksimal hal itu karena ketidaktelitian saat mengamati, kurang pekanya pengamat saat memencet tombol stopwatch, kondisi mata pengamat yang tidak normal, kemampuan kalorimeter dalam menyimpan panas yang tidak diketahui


EKPERIMEN JOULE
Sri Anjarsari, A. Dita Tawakkal Gau, Juliyanti Ayuningrum S, Aldi Risaldi, Rahmat Agung, Suciati Nurdin, Sirumba Sondok.
Laboratorium Fisika Modern Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar
Abstrak.  Telah dilakukan percobaan tentang eksperimen joule. Eksperimen ini bertujuan untuk menentukan besarnya energy listrik yang dilepaskan oleh elemen listrik, besarnya energy panas yang diterima oleh air dan calorimeter, dan menentukan nialai kesetaraan kalor dan listrik. Pada eksperimen ini prosedur kerja yang pertama adalah menimbang kalorimeter kosong dan kalorimeter yang telah diisi air, kemudian memberikan beda potensial pada ujung-ujung kumparan dalam kalorimeter, kemudian arus listrik akan mengalir melalui amperemeter sedangkan beda potensial akan timbul pada ujung kumparan yang menghasilkan usaha listrik pada sistem untuk memanaskan air dalam kalorimeter. Dalam eksperimen ini, alat dan bahan yang digunakan diantaranya power supply DC, amperemeter 0-5 A DC, voltmeter 0-50 V DC, stopwatch, termometer, kalorimeter lengkap, neraca ohauss 311 dan kabel penghubung. Dari hasil eksperimen ini besarnya energi listrik yang dilepas oleh elemen listrik W1 = V1 . I1 . t1 adalah sebesar 6730,02 Joule, besarnya energi panas yang diterima kalorimeter dan air Q1 = m1.c1. 1 + mL.cL. 2 sebesar 1727730 kal, nilai kesetaraannya Q1:W1 sebesar . Dari keseluruhan hasil yang diperoleh menunjukkan hasil yang kurang maksimal hal itu karena ketidaktelitian saat mengamati, kurang pekanya pengamat saat memencet tombol stopwatch, kondisi mata pengamat yang tidak normal, kemampuan kalorimeter dalam menyimpan panas yang tidak diketahui.

Saya adalah seorang mahasiswi Universitas Negeri Makassar angkatan 2013 Jurusan Biologi , memiliki tujuan hidup yang sempurna dengan di dampingi seseorang bernama Fiyuw tentunya tidak lepas dari semangat dan motivasi dari orang tua, yang memiliki hobby menyanyi, dan jalan-jalan :).
Contact me : Facebook
                    Twitter